The Dead Mangrove Tree

Laut mengamuk, menjilati bibir pantai dan sampai ke sawah-sawah
Pepohonananya hilang ditebang, rebah dan dibuang
Hewan-hewannya pindah dan bisa saja dimatikan
dan hanya tersisa kolam-kolam besar
yang juga akan ditinggalkan.  

Dan lauknya terhidang di meja makan, sedap, nikmat
Bikin kita lupa tentang akar, batang, daun dan bunga
yang jatuh untuk cacing-cacing dan telur-telur 
yang musnah tanpa daya, tanpa jejak
Kita, manusia, suka sekali merubah-ubah
tapi lupa berbenah.
Saat semua musnah barulah...
kita menangis sampai lelah.


Petani Bersenda Gurau

Aku ingat saat ayahku berlumur tanah. Juga pamanku, bibiku dan ayah-paman-bibi teman-temanku dan teman dari temanku. Sedesa kami petani. Anak- beranak mengolah tanah dan bersenda gurau sesekali. Ya, sewaktu menikmati segelas kopi dengan camilan singkong bakar atau biskuit dari warung di dekat rumah. Tertawa-tawa tentang kekayaan khayali tahun depan-tahun depan-tahun depan-tahun depan dan tahun depannya lagi. Bersenda gurau itu, yang kadang-kadang ditemani ikan bakar dan lalapan kecipir untuk makan siang, para pembajak tanah sekilas bahagia. Tanah merdeka. Tanah saya. Warisan moyang saya. Jauh dari kota. Jauh dari binasa.

(Lukisan ini terinspirasi dari sebuah photo yang diberikan seorang kawan agar aku berlatih merupa manusia. Alamak, tak jelas pula bentuknya, kuberi pula celotehan tentang ayahku, pamanku, bibiku dan ayah-paman-bibi orang lain di desaku). 

Asal muasal yang bikin kangen celoteh kodok yang merindu hujan

Black-Bloody Forest


Hutan-hutan kita yang lebat telah punah dan lumat umpama setumpuk menu hijau di meja makan. Kita mengunyahnya dengan nikmat. Ia hilang umpama harta karun raja yang dibabat perompak, ditenggelamkan ke dasar bumi yang penuh bara api, yang membakar.

Bandar Lampung, 2013

Immutable



The Old Three in the Hill



Amarah Dimana-mana


Metro Pollutant

Ini alkisah tentang kota warna-warni yang langitnya gelap tanpa rombongan burung-burung yang pamer parade dan tarian di angkasa. Kota dimana kita bersenda gurau tentang mimpi memiliki rumah sederhana dikelilingi taman bunga dimana kita bisa menikmati langit biru dan cericit burung. Ah, kota telah berubah rupa sebab ia menua sebelum sempat berdandan.