Queen of the Crop


Pada pepohonan yang hilang kita menitikkan air mata. Kita hormat pada kejumawaan yang yang porak-poranda karena kita butuh makan. Kita menanam jagung dan semua-semua tanaman kecil-kecil untuk kita makan. Kita selalu ingin makan. Tak pernah mau berhenti makan. Makan. Makan. Makan. Sampai benar-benar lupa membutuhkan makanan. Pula alpa pada raksasa-raksasa hijau yang kita tumbangkan demi makanan. Dan sisa-sisa yang kita sesali atau kita pandangi dengan sudut mata basah saat senja adalah ketika panen tiba. Saat tak ada lagi batas antara kita dan langit yang panas. Saat itu juga air mata kita habis.

0 komentar: